Jangan Buang Sampah Sembarangan!


Dunia ini kayanya penuh dengan berbagai isu yang penting untuk dibicarakan dan didahulukan. Mulai dari isu lingkungan, anak jalanan, ASI, RUM, vaksinasi, mencintai hewan, kemacetan, politik, seni, apalagi ya? Banyak banget kan?
Tadinya mo bikin dalam 1 blogpost, tapi pas nulis tentang isu lingkungan kayanya bakal panjang banget kalau semuanya dijadiin satu. Yawis, kita bicarakan tentang Isu lingkungan dulu ye..

Dimulai sejak tahun 1960an. Kalau dari beberapa bahan yang gue baca, mencapai kesimpulan bahwa selain usia bumi yang sudah semakin tua, peran serta manusia dalam merusak lingkungan sangat besar.

Nggak usahlah gue bicara yang susah-susah macam industri yang semakin maju, sehingga menghasilkan limbah yang juga banyak. Dari yang kecil-kecil, misalnya buang sampah sembarangan. Di Jakarta, pemandangan sungai/ kali dengan sampah menumpuk itu udah biasa banget. Saking biasanya, jadi yah udah dianggap aja angin lalu. Sampah-sampah ini banyak yang berasal dari sampah rumah tangga, terutama dari orang-orang yang tinggal di bantaran sungai tersebut.

Kalaupun si sampah ini dibuang di Tempat Pembuangan Sampah (TPS), tau nggak sih, seberapa banyak sampah yang ada di Bantar Gebang? Gue pernah motret didaerah sana, gile, sampahnya udah kaya gunung bok! 
Ini foto gue googling, foto pribadi waktu itu masih pake analog jadi ga ada datanya. Ternyata, ini foto punya kameramen jaman di Astro, Yanto alias Antobeng :D

Pas motret, kami dipinjemin sepatu bot karet oleh petugas disana, ada 1 temen gue ga mau pake, pas lagi asik motret, sendalnya kejeblos dan bikin dia males bawa pulang. Atau salah satu reporter gue pas riset mengenai anak-anak disana, begitu pulang dari sana bajunya nggak mau dia pake lagi, karena baunya nempel!

Pernah inget juga beberapa tahun yang lalu, TPS di daerah Jawa Barat ada yang ‘meledak’ sehingga ‘gunung sampah’ ini longsor dan ada nyawa yang jadi korban.

Barusan di antaranews.com gue baca, masyarakat Bantar Gebangmenghadang truk sampah yang masuk, karena sampah tersebut sudah mencemari air tanah masyarakat yang tinggal disana. Nggak usah ngebayangin masyarakat Bantar Gebang kebauannya kaya apa, sepupu gue ada rumahnya masih beberapa km darisana, bukan di Bantar Gebangnya, itu aja kalau ada angin, baunya nyampe lho! Serius, gue sudah membuktikannya.

Gue bukan aktifis lingkungan, sih, ya. Masih sering juga nggak membedakan mana sampah basah atau kering kalau dirumah. Tapi gue rasa nggak ada salahnya kalau kita sama-sama mengurangi pemakaian segala hal yang sekali pakai, ya nggak sih? Bukan demi tukang sampah, bukan demi anak-anak yang bekerja memulung sampah, tapi demi bumi dimana kita hidup dan cuma satu-satunya ini.


nenglita

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

No comments:

Post a Comment